Untuk Para Istri, Jika Suami tidak memberi nafkah

suami tidak memberi nafkah

Suami tidak memberi nafkah – Anda tentu sudah tahu hukuman bagi suami yang tidak menafkahi istri, suami akan diganjar dengan dosa, dan Anda berhak untuk menuntut akan hal ini.

Namun apakah dengan mengetahui hal itu, suami lantas menafkahi Anda? Memang sedikit (mohon maaf) ‘bebal’.

Suami dengan karakter seperti itu memang sulit untuk dihadapi, jika Anda menggugat suami di pengadilan, bagaimana dengan masa depan anak-anak Anda?

Perceraian bukanlah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah, justru akan menimbulkan masalah-masalah lain yang lebih rumit.

Anda yang bisa dan mampu menyelesaikan masalah Anda sendiri, dan berusaha untuk memperbaiki hubungan rumah tangga dengan pasangan, karena Allah SWT berfirman,

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri.” (QS. ar-Ra’d: 11).

Beberapa cara ini telah saya sarankan kepada beberapa klien saya yang menghadapi masalah demikian, mungkin Anda juga bisa mencobanya.

Cara Menghadapi Suami tidak memberi nafkah keluarga

1 Mengalah untuk Bekerja

Satu langkah yang jangan sampai Anda tinggalkan adalah dengan mengalah, ingat! Mengalah bukan berarti kalah.

Meskipun suami tidak memberi nafkah kepada Anda, kehidupan harus terus berlangsung, Anda butuh makan, anak-anak Anda membutuhkan makan.

Jadi untuk sejenak tetaplah bekerja untuk kebutuhan primer Anda sendiri, lakukan hal ini dalam waktu kurang lebih 3 bulan sampai suami menyadarinya.

2 Harta istri adalah harta istri

Dari hasil bekerja Anda, gunakanlah untuk kebutuhan Anda sendiri, abaikan suami Anda yang ‘bebal’ karena tidak mau menafkahi Anda.

Harta yang Anda dapatkan adalah hak Anda sendiri, memberi makan anak-anak insyaAllah akan dihitung sebagai amal baik Anda.

Cukupilah kebutuhan primer Anda, tidak perlu menghiraukan suami. Mengapa begini?

Ya karena saya sering menghadapi klien yang seperti ini, seorang wanita yang hatinya sangat lembut, berniat baik untuk berbagi kepada suaminya namun itu langkah yang salah. Suaminya tambah menjadi pemalas dan memanfaatkannya.

3 Menolak Berhubungan

Langkah terakhir adalah untuk menolak berhubungan suami-istri (bersenggama) dengan suami.

Tahanlah untuk beberapa waktu, jika Anda berkeinginan untuk berjimak dengan suami, dengan cara ini diharapkan suami Anda sadar bahwa dirinya salah.

Langkah ini memang cukup aneh, tapi agama memperbolehkan Anda melakukan hal ini jika suami tidak menafkahi Anda.

Lakukan 3 langkah tersebut sampai suami sadar, maka katakanlah apa yang Anda inginkan, Anda berhak menuntut hak Anda.

Jika dalam kurun waktu 1 tahun sikap suami masih bebal, maka tidak ada harapan lagi.

Para ulama memahami dari firman Allah, ‘Disebabkan mereka menginfakkan harta mereka.’ bahwa ketika seorang suami tidak mampu memberikan nafkah istrinya, dia tidak disebut pemimpin bagi istrinya. Jika suami tidak lagi menjadi pemimpin bagi istrinya, maka istri berhak untuk melakukan gugat cerai. Karena tujuan nikah dalam kasus ini telah hilang.” (Tafsir al-Qurthubi, 5/168).